Kontroversi hati.
ketika beranggapan bahwa pilihan yang kita ambil adalah tepat namun sebenarnya tidak, Ketika merasa bahwa keputusan yang kita pilih adalah bijak namun sebenarnya juga tidak.
Hal yang terbaik tidak bisa didapatkan semudah memilih atau sekedar memutuskan sesuatu begitu saja, perlu banyak pertimbangan-pertimbangan saat kita berhadapan dengan suatu pilihan, ada kalanya kita memang perlu memikirkan segala resiko ataupun efek-efek yang akan muncul setelahnya.
Tidak sedikit orang yang sepertinya memang tidak mau terlalu ambil pusing bahkan cenderung terlihat lebih santai dalam membuat suatu keputusan, bagi mereka sebuah pilihan hanya perkara untuk memilih satu diantara banyak. Apapun resikonya nanti, ya tinggal dijalani saja.
Namun, bagi orang-orang yang lebih suka bermain aman tentunya mereka akan terlebih dahulu memikirkan semua resiko-resiko yang kemungkinan akan terjadi.
Mereka lebih senang mempersiapkan dan merencanakan segala sesuatunya sebelum dan sesudah mereka membuat keputusan. Dan ironisnya adalah ketika semua yang mereka angan-angan
Sangat berbeda dengan orang-orang yang cenderung lebih santai dalam memilih. Biasanya mereka lebih dapat menerima kenyataan-kenyataan yang terjadi entah itu baik ataupun buruk akhirnya.
Apakah hidup semudah itu ?
Apakah hidup memang harus dijalani dengan santai seperti itu ?
Memang jika semuanya terlalu direncanakan dan terlalu dipikirkan semuanya terkesan bahwa kita terlalu berharap banyak pada apa yang kita pilih.
Dan jika hasilnya berbeda dari yang kita harapkan, maka penyesalanlah yang sudah pasti melanda di diri kita.
Hidup memang tak boleh terlalu diambil serius barangkali ?
Atau mungkin berharap banyak adalah perbuatan yang salah ?
Hidup itu mencakup semuanya,
Mulai dari cinta, karier, keluarga, sosial sampai kehidupan pribadi kita masing-masing. Dalam semuanya itu seringkali kita menemui saat-saat dimana kita dihadapakan pada suatu pilihan. Maka dalam hidup kita memang harus memilih.
Memilih untuk menentukan jalan hidup kita, memilih untuk menentukan episode-episode hidup selanjutnya.
Lalu bagaimana bila rasa penyesalan hadir ?
Seolah-olah rasa penyesalan itu tercipta hanya untuk mentertawakan kita, hanya untuk menyalah-nyalahkan kita, mengolok-olok kita saat pilihan yang kita ambil ternyata bukanlah pilihan yang terbaik.
Rasanya tak habis pikir memang saat mengetahui bahwa kita telah memilih yang salah. Kalau saja seandainya ada yang namanya mesin waktu pasti semua manusia tidak akan pernah mengenal kata penyesalan.
Kelihatannya hidup terlihat hanya untuk menang dan kalah, tanpa ada kata seri.
Hidup memang punya peraturan yang tidak beraturan, semuanya gamang untuk dipikirkan namun tegas untuk dilakukan.
No comments:
Post a Comment