Friday, May 16, 2014

long time no blogging....

Holla, sudah cukup lama rasanya tidak menyambangi blog ini. Apa kabar saya ? sekarang saya sudah punya seorang uah hati yang lucu. Namanya Ravenino Mikaily Wibowo, panggilannya Nino. Ravenino diambil dari nama sebuah band indie yang jaman saya muda dulu cukup sering dituliskan di kolom "thanks to" band-band indie favorit saya. Nama bandnya RAVENINA. Mikaili dikembangkan dari nama malaikat pembawa rezeki, yaitu malaikat Mikail karena saya suka dengan Malaikat. Dan Wibowo pastinya dari nama belkang bapaknya ini... :) Nino lahir tgl 14 Oktober 2013 di Rumah Sakit Aminah Ciledug dengan proses Caesar dan lahir dengan berat 3.3 kg... sekarang usianya sudah 7 bulan dan beratnya sudah hampir 10 kg.
sekarang Nino baru bisa tengkurep, teriak-teriak, dan loncat-loncat... masih proses untuk bisa jalan, dan tumbuh gigi :)
Alhamdulillah Nino sehat dan sealu sukses bikin bapaknya gemes tiap pulang kerja klo ngeliat dia. Whatever i do in my life would be for him.. i love my son. Lazimnya doa seorang ayah, hanya berdoa agar anaknya terus sehat, bahagia dan berkecukupan dalam hidupnya. Gak mau muluk-muluk manjain anak dengan ini-itu, yang penting Nino bisa tumbuh jadi anak laki-laki yang tangguh dan mandiri. Saat ini Mry udah berhenti kerja, dan gue kerja sendirian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dll. Alhamdulillah, masih banyak dikasi rezeki tak terduga dari mana-mana.. walaupun sebenernya saya sendiri masih merasa kekurangan. Apalagi klo mengingat nanti Nino makin dewasa... sekarang sih cuma bisa ngejalanin aja dulu sambil cari-cari kerjaan yang lebih baik gajinya dari sekarang. Masih berusahalah istilahnya... :D Sejak jadi ayah, saya belajar banyak banget tentang "bersyukur" sama Tuhan. Pernah liat salah satu scene di film "Arisan 2" yang mengajarkan klo kita manusia ini kalo berdoa pasti selalu meminta inilah - itulah, tapi jarang dan suka lupa untuk mengucap syukur atas apa yang udah kita punya sekarang atau pun bersyukur terhadap apa yang udah dikasih Tuhan sama kita. Apa yang kita miliki sekarang selalu dirasa kurang hingga di tiap berdoa kita tidak henti-hentinya terus meminta. Dengan ilmu syukur yang saya dapet secara otodidak itu sekarang saya bisa lebih merasa "cukup" dalam hidup. Lebih sering melihat kebawah dan menjaga kepala untuk tidak mendongak terlalu tinggi keatas. Berusaha agar pandangan tetap lurus kedepan, dan berjalan awas terhadap tiap langkah yang saya ambil untuk mencapai ke tujuan. Tujuan ? Tujuan kemana ? Tujuan saya sekarang cuma satu. Melihat anggota keluarga saya bahagia. Perutnya kenyang, hatinya riang, dan bibirnya terlengkung sebuah senyuman. Memang tidak semudah menulis blog ini untuk mewujudkan hal itu, tapi saya terus dan masih berusaha meraihnya. :)