
Mungkin semuanya emang harus hancur kali ya ????
karena sepertinya hubungan yang gwe sedang jalani sekarang ini sudah semakin jauh dari titik terang,,,,
Hanya ada perdebatan-perdebatan yang semakin menjenuhkan isi kepala gwe.
Gak ngerti juga ini salah siapa ?? karena yang gwe liat masing-masing dari kami memiliki persepsi dan pembenaran pribadi sendiri-sendiri.
Memang terlalu kolot rasanya kalau hubungan yang seharusnya dijalani dan diisi dengan canda tawa justru hanya terisi dengan pertengkaran dan berbagai keributan.
Belakangan gwe suka iri klo ngeliat orang-orang yang pacaran.
Karena gwe iri bgt mereka bisa ketawa-ketiwi kesenengan sedangkan gwe yang gak tau kenapa masih aja mikirin "Dia" yang belum tentu mikirin gwe.
Terkadang gwe emang ngerasa udah cukup jengah bgt dengan hubungan ini yang belakangan cuma kami lalui dengan keributan-keributan yang beraneka ragam permasalahannya.
Sekarang semuanya jelas bgt terasa kepudarannya.
Udah gak ada lagi yang peduli kaya dulu, sekarang "Dia" terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Pekerjaan yang selalu dijadikan satu-satunya alasan untuk memaksa gwe untuk selalu ngertiin dia dengan segala kesibukkannya.
Pekerjaan yang selalu membuat gwe merasa bersalah karena harus membuat dia mengambil pekerjaan itu.
"Dia" terlalu sibuk untuk selalu ingin dimengerti, tanpa tau klo gwe sudah merasakan sebagian dari dirinya telah hilang.
"Dia" selalu menyalahkan pekerjaan yang gwe berikan.
Karma semakin terasa buat gwe.
Semakin ngilu rasanya, walaupun hanya sekedar terlintas dalam ingatan.
Semua otak ini sudah lumpuh, sudah mati rasa karena semua perdebatan itu.
Semua lumpuh disaat gwe mencoba untuk meredakan perseturuan ini.
Tapi gwe seperti terkena ranjau darat, yang tak sengaja terinjak saat gwe ingin mendamaikan suatu keributan... yang akhirnya membuat kaki gwe harus di amputasi.
Ya, orang jahat memang selalu berakhir tragis kisahnya.
Karena orang jahat selalu mengalami karma di akhir ceritanya.
Makanya sekarang gwe cuma bisa pasrah dengan ke-apatis-an yang gwe alami sekarang....
Gwe merasa dingin,, bukan. bukan karena AC diruangan gwe.
Tapi gwe merasa dingin untuk semua perasaan yang gwe miliki.. semuanya perasaan ini membeku disusul dengan matinya jantung ini.
Mungkin apa yang pernah dia bilang ke gwe itu ada benarnya juga.
Karena gwe gak merasakan lagi akan adanya keberadaan otak gwe lagi..
Gwe merasa otak gwe udah berontak digunakan buat mikirin dia.
Otak gwe menolak dan terkadang lenyap klo sedikit bayang-bayang "Dia" mulai singgah di pikiran gwe.
Otak gwe sakit hati kayanya karena saking seringnya gak diangap ada sama "Dia".
Semua emang ada karmanya kan.
Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai.
Udahlah gwe juga kadung Apatis dengan semua ini, klo emang dia gak pengen memperbaiki semua ini.. ya udahlah, mungkin dia belum ngerasain aja dengan yang namanya "Penyesalan".
Lo rasain aja deh tuh pahitnya gimana....
Pffuuffhh.... nyiksa bgt tau.
No comments:
Post a Comment