Monday, July 06, 2009

Hampir curhat


Ada 1 buah Dilema sosial yang kerap kita liat dalam kehidupan kita sehari-hari.


"Gadis muda yang mau menjadi objek pelampiasan nafsu om-om berduit"



Boleh diakui bahwa pada jaman globalisasi sekarang ini, Keperawanan memang sudah tidak lagi menjadi sebuah hal yang begitu sakral dalam kehidupan masyarakat kita sekarang. Bertahan untuk mempertahankan Virginitas hampir menjadi sebuah mitos yang rasanya mustahil untuk dijalani di era modern ini.


Keperawanan bisa lepas dari seorang wanita begitu mudahnya sekarang,

Banyak faktor-faktor penyebab lepasnya keperawanan seseorang.

Salah satu faktornya yang begitu mencolok adalah masalah ekonomi.

Tidak jarang kita sering melihat di Mal-mal, Diskotik, Klub malam, atau di tempat umum lainnya sering kali kita jumpai gadis-gadis remaja belia yang masih berumuran sekitar 19 - 25 tahun jalan berpasangan dengan lelaki baya yang umurnya mungkin lebih dari 2x umur mereka sendiri. Saking lazimnya fenomena ini masyarakat pun rasanya hanya menutup mulut seakan males nyampurin urusan orang lain, terus pura-pura gak tau apa yang diliatnya padahal batinnya udah pengen nyibir-nyibir.

Apa sih yang para wanita remaja itu cari dari seseorang om-om berduit ?? Uang, kemapanan, Kemewahan, tuntutan hidup atau hanya sekedar mengejar gaya hidup ??? Apakah uang memang bisa membeli segalanya ???? Begitu menggodanya memang kekuatan uang bagi manusia.


Mana yang lebih mahal ?? uang atau harga diri ??

Kenapa banyak orang banyak menjual harga dirinya demi mendapatkan uang ????


Faktor lain yang kadang bisa membuat seorang wanita mau melepaskan keperawanannya adalah Cinta.

Cinta adalah salah satu hal yang sama-sama membutakan selain uang. Banyak orang yang bisa terlalu mabuk dan akhirnya terhanyut oleh Cinta. Kita pasti pernah mendengar banyak orang yang mungkin frustasi atau malah bunuh diri gara-gara kehilangan kekasihnya.... itulah bukti bahwa cinta memang membutakan dan tak jarang membuat kita lupa diri. Semuanya bisa keluar batas karena pengaruh cinta, semuanya mampu direlakan demi cinta, dan segalanya bisa dikorbankan karena cinta.

Dan banyak wanita yang melepaskan keperawanannya juga karena cinta..

Gwe pribadi, sampai saat ini udah hampir 2x membuktikan hal ini. Gak perlu dibahas deh untuk hal itu, yang penting gwe gak asal ngomong karena gwe udah pernah membuktikannya sendiri.. hampir 2x malah.


Jadi apakah keperawanan seorang wanita di era sekarang ini benar-benar sudah gak lagi menjadi suatu hal yang harus dijaga ??


Budaya masyarakat kita hampir 80 % mengacu pada budaya hidup barat dan memang nyaris meninggalkan norma timur rumpun asia kita sendiri. Televisi, musik, internet dan media lainnya udah menjadi portal untuk semua perubahan itu. Dunia hedonisme beserta gaya hidupnya pun turut serta menjalar di masyarakat kita. Dunia barat menjadi kiblat kita sebagai negara yang berkembang.


Dan lepasnya keperawanan seorang wanita karena cinta, bisa saja terjadi karena pengaruh globalisasi tersebut. Lewat film-film barat yang sering kita tonton di bioskop sering kali kita jumpai adegan-adegan persetubuhan di sela-sela filmnya, adegan itu kerap diceritakan bahwa pesetubuhan yang terjadi tersebut adalah atas dasar perasaan cinta dan suka-sama-suka. Entah itu film action, drama, bahkan komedi sekalipun pasti kita temui adegan-adegan mesum yang terjadi di sela-sela filmnya. Hal itu memang membuktikan bahwa di negara barat persetubuhan pria-wanita memang sudah lazim terjadi dalam budaya mereka untuk alasan cinta.

Mereka mau bercinta dengan orang lain yang mereka cintai, dan sebuah persetubuhan manusia adalah wujud dari rasa cinta mereka kepada pasangannya.


Gwe pribadi juga memang melakoni gaya hidup seperti itu. Buat gwe ciuman, pelukan atau hal-hal intim lainnya memang hanya akan terjadi atas dasar perasaan suka-sama-suka atau perasaan cinta yang dimiliki masing-masing pasangan manusianya.

Wujud kecilnya adalah ciuman, toh kita gak akan mungkin mau mencium ataupun dicium seseorang tanpa adanya perasaan suka atau cinta. Sebuah ciuman itu terjadi sebagai bentuk ekspresi perasaan sayang kita yang disalurkan lewat sebuah tindakan.


Dan setiap wanita yang mau melepaskan keperawanannya pada seorang pria yang menjadi pacarnya tanpa adanya suatu paksaan bisa jadi ia sudah terlalu menaruh hatinya pada sang kekasihnya, Hingga ia mau merelakan dan membiarkan keperawannya itu terenggut.

Hal itu bisa saja terjadi memang entah karena itu adalah wujud pembuktian rasa sayang wanita itu kepada pasangannya atau mungkin ia merasa terjebak dalam sebuah situasi perasaan pasrah karena terlanjur hampir semuanya sudah diserahkan, jadi sekalipun keperawannya itu terenggut ia hanya bisa pasrah.


Begitu besar memang pengorbanan seorang wanita yang sudah menyerahkan keperawanannya pada sang pria yang dicintainya saat masih didalam skala pacaran.


Sang wanita yang mau membiarkan tubuhnya di nikmati jengkal demi jengkal dan merelakan bagian paling terdalamnya untuk tersentuh bahkan dimasuki oleh tubuh lawan jenisnya adalah sama saja mengartikan bahwa sang wanita sudah benar-benar mau untuk merasa lebih dekat, lebih, lebih, lebih dekat lagi dengan pasangannya hingga ia mau membagi bahkan menyerahkan hal yang paling dilindungi dan satu-satunya harta yang dimilikinya untuk orang lain yang belum tentu nanti akan menjadi garis takdirnya.


Sungguh begitu besarnya kepercayaan dan bukti pengabdian yang sudah diwujudkan pada kekasihnya tersebut, besarnya mungkin sama besar dengan pengharapannya ke masa depan terhadap sang prianya.


Dan buat gwe, pengharapan seperti itu gak boleh disia-siakan. Pengharapan itu harus diusahakan untuk diwujudkan dengan kerja keras dan doa pada Sang Pencipta tentunya. Karena rasa sakit, kalut, bimbang dan kegalauan yang luar biasa akan dirasakan oleh seorang wanita yang pengharapannya telah dipupuskan oleh kekasihnya sendiri.

Gwe pun gak mau jadi orang yang se-kejam itu....lagi.



Restui usaha ku ya 4JJ

lapangkanlah segala urusan ku karena Mu, dan jadikan ia sebagaimana baiknya bagiku hanya atas kehendak Mu ya 4JJ


Amin

No comments: