
Aku adalah sutradara dari sandiwara ini.
Karena memang akulah yang membuat cerita ini,
Awalnya ku buat cerita ini untuk menjadi satu hal yang bisa kutertawakan, kurenungi dan kunikmati sebelum tidur malam ku.
Kini, aku turut menjadi actor dalam cerita ku itu.
Kurasakan sekarang bagaimana rasanya menjadi boneka panggung yang harus merasakan suka dan sedihnya dari karakter peran yang harus ku perankan….
Entah pikiran apa yang membuat aku bisa terhanyut hingga ikut menjadi aktor dalam cerita ini….
Aku limbung, terombang-ambing dan kehilangan cahaya.
Hingga ku tak bisa terus melanjutkan jalan cerita sandiwaraku,
Ku kesepian, sekarang terbelalak sudah mataku.
Dihentaknya mata batinku hingga terpampanglah sisi nyata dari sandiwara ku.
Ya, sandiwara ku ternyata tak pernah ada.
Sandiwara ini adalah benar hidupku, benar takdirku.
Selama ini ku terlena dalam khayalku, hingga ku lupa untuk bangun dan bangkit dari semu mimpiku..
Pikiranku terhenyak, mendadak berhenti jantungku sejenak.
Masih belum percaya bahwa sandiwara ini nyata,
Ku paksakan mata ku untuk kembali terlelap,
Ku campakan tubuh letihku dengan keras diatas kenyataan ini.
Sekarang ku tak hanya melihat bagaimana sandiwara ku ini berjalan,
Tapi ku bisa merasakan bulir-bulir airmata turun dan berkelok di lengkungan pipiku.
Karena memang akulah yang membuat cerita ini,
Awalnya ku buat cerita ini untuk menjadi satu hal yang bisa kutertawakan, kurenungi dan kunikmati sebelum tidur malam ku.
Kini, aku turut menjadi actor dalam cerita ku itu.
Kurasakan sekarang bagaimana rasanya menjadi boneka panggung yang harus merasakan suka dan sedihnya dari karakter peran yang harus ku perankan….
Entah pikiran apa yang membuat aku bisa terhanyut hingga ikut menjadi aktor dalam cerita ini….
Aku limbung, terombang-ambing dan kehilangan cahaya.
Hingga ku tak bisa terus melanjutkan jalan cerita sandiwaraku,
Ku kesepian, sekarang terbelalak sudah mataku.
Dihentaknya mata batinku hingga terpampanglah sisi nyata dari sandiwara ku.
Ya, sandiwara ku ternyata tak pernah ada.
Sandiwara ini adalah benar hidupku, benar takdirku.
Selama ini ku terlena dalam khayalku, hingga ku lupa untuk bangun dan bangkit dari semu mimpiku..
Pikiranku terhenyak, mendadak berhenti jantungku sejenak.
Masih belum percaya bahwa sandiwara ini nyata,
Ku paksakan mata ku untuk kembali terlelap,
Ku campakan tubuh letihku dengan keras diatas kenyataan ini.
Sekarang ku tak hanya melihat bagaimana sandiwara ku ini berjalan,
Tapi ku bisa merasakan bulir-bulir airmata turun dan berkelok di lengkungan pipiku.
No comments:
Post a Comment