Thursday, February 21, 2008

SERIALS TEXT MESSAGES




Kenapa gue masih harus bertahan disini ??

kenapa gue masih harus mengalah ??


Jaminan apa yang gue dapat ??

janji apa yang gue dengar ??

kemana semuanya ??


Kenapa gue masih bersedih ??

kenapa gue masih lapar ??

kenapa gue masih haus ??

dan, kenapa gue masih merasa rindu ??

kenapa gue masih diam ??


Kebosanan gue tidak pernah terbayar setelah segenap pengorbanan telah gue berikan.

keindahan itu entah kemana perginya ??

mungkin pergi bersama kebahagiaannya.


Kenapa gue harus berhenti ??

panaskah telinganya mendengar jeritan-jeritan isi kepala gue ??

kenapa ??

kenapa dia tidak mau mendengar ??


kenapa gue harus dan dia tidak ??

Kenapa gue bisa dan dia tidak ??

kenapa gue menangis dan dia tidak ??


tidurlah.... tidurlah bahagia bersama "keluarga" dan orang-orang yang kamu sayangi.

biarkan saja gue tetap terjaga dan menangis sendiri.

gue baik-baik saja.


tidak usah dipaksakan.

bukankah dia senang memaksa demi kepuasannya ??


gue masih ingat jelas saat dia ucapkan janjinya untuk membawa gue ke surga itu.

tapi, setelah gue penuhi undangannya.. dia pun pergi meninggalkan gue.


Kenapa ??

semuanya lengkap.

menghibur gue ??

cukup, jangan palsukan lagi.

dia punya segalanya sekarang.


Nyenyaklah.... tutuplah telinga agar tak terdengar celoteh gue.

Bahagialah.... pejamkan mata agar tak dia lihat tubuh gue yang sedang terajam sepi


Gue menangis, terluka.

siapa yang tahu ?? siapa yang perduli ??

dia ?? dia sedang terlelap terbuai diatas penderitaan gue.


semua menghilang tepat disaat gue mencari,

semua musnah disaat gue butuh,

semua mati disaat gue sendirian....


semoga rasa hausnya hilang setelah dia minum semua tetes airmata gue.

semoga dia senang setelah dia tuai segenap gembira gue.



Bahkan dia masih bertanya ??

ada apa ?? kenapa ?? siapa ??


tahu tidak tahu.

iya tidak iya.

masih pantaskah dia ada ??

masih layakkah dia hadir ??

setelah semua ini ??



teruslah sirami benih pemberontakan gue,

sampai benar-benar terjadi, benar-benar menghilang.


Dihari kemarin telah gue mohon permintaan gue.

masih terngiang jelas apa jawabnya " TIDAK, MANA MUNGKIN !! "

sekarang, air telah mengalir.. ahh, ada-ada saja.


Bawalah aku bersamamu, inikah katanya ??

kenapa berbeda ?? kemarin ??

tidak, kemarin cepatlah kembali ucapnya.


adakah jalan bagi maaf bisa menghapus tangis gue ??

bagaimana bisa ?? dimana logika ??

heyy, bangun.... terlalu nyenyak kah ??


semakin lama makin terlihat semua fakta.

dia bukanlah malaikat itu.

dia hanyalah seperti saudagar yang berpakaian pengemis.

sadarkah ??

No comments: