Wednesday, February 14, 2007

desperate angel


Malaikat terdiam menyendiri menakhlukan dosa-dosanya
siratan tajam dalam cahaya memaksa galaunya sepi membaluti tulusnya airmata
putaran waktu semakin mendekati seruan lembut akhir dunia
irama kerinduan meringis mengaliri tiap tetes laju darah membanjiri samudra hati seorang pemimpi
pandangan imajinasi menyiksa jauhnya jarak antara mimpi dan khayalan....
sebuah sisi indah di atas rusaknya iman dan berjuta kepercayaan dalam geliat teriakan sunyi.

para peri sibuk memanjatkan, memohon, mengucap untaian suci doa akan datangnya keramaian yang hendak memadati ricuhnya kesendirian meringkuk perih disudut muara jatuhnya harapan.
tak ada lagi tawa riang, pelukan hangat, cumbuan mesra harmonisasi manusiawi di tepian dunia nyata
suara bermimpi merangkai ribuan lembar cerita kala malaikat berjalan dalam keheningan melepaskan senyum terakhir menutup malam permohonan
norma tak lagi membatasi indah warnai tingkah laku peradaban, semua semu ditengah hangatnya kebencian
malaikat itu akan selalu mengikutimu riang di belakang waktu menjaga, mendekap, menggapai dirimu menuju cakrawala ilusi menjelang hadirmu ada membawakan segenggam berkas cahaya menyelimuti erat harapan nyata suci, mulia, tak tercela bagi semua hitam, emosi, murni.

No comments: