Rindukanlah diriku.......
lihatlah betapa agungnya aku membunuhmu,
dengan ijin dari Tuhan kutikamkan pisau belatiku
menghunus jantungmu tepat.... hingga kilauan darah segar deras memandikan tubuhmu suci terbaptis.
Engkau mengerang dan menggeliat gemulai bersama tubuh indahmu
layaknya kau sedang menari dalam kesakitan untuk perayaan kematianmu sendiri.......
Suaramu lirih merdu meringis menyanyikan perihnya tiap-tiap luka ditubuhmu penuh......
lalu kusayati kulitmu dibagian demi bagian dari tubuhmu, kemudian
kuhirup wangi anyir lendir darahmu tanda bahwa aku turut bersuka cita untuk kebahagiaanmu.
Kuraih tubuh lemahmu yang telah menjasad dihadapanku
dan aku berdansa dengan jasadmu persis
seperti didalam pesta makan malam cerita dongeng Cinderella kesukaanmu.
Kau memang layaknya Cinderella, yang kisahnya selalu diceritakan dengan akhir yang bahagia di akhir ceritanya.
Cintailah aku.........
No comments:
Post a Comment