Teruskan langkahmu untuk membunuhku
jangan henti hingga kau mati.
selamatkan jiwamu dari pedihnya kepura-puraan yang telah kusadar kini.....
senanglah saat kau lihat puing-puing tubuhku
dan bersuka-citalah saat kau hadir dalam pemakamanku
maka, kau akan melihatku bahagia
tenggelam dalam lumuran darah bersimbah rasa bangga.
percayalah, telah bertitah samudrabila habis riwayatku
maka rayakanlah dengan berpesta-pora.
karena akan kuhentikan hujan
bila ada badai yang merusak pestamu dalam merayakan kematian suciku.
sungguh,
antarkanlah aku dengan tusukan pedangmu
menuju peti matiku dibagian tergelap dalam kerajaanmu.
sucilah saat kau menikamku.
dekap eratlah aku,
saat kukembalikan hidup yang telah kupinjam dari tuhan.
sertakanlah doa kemenanganmu ketika waktu berpulangku telah tiba.
berikan juga aku tumpangan
sampai ke pintu tuhan
agar,
tuhan tahu bahwa aku datang diantar olehmu dengan kereta jenazahku yang berhiaskan emas dengan wangi amis lendir darahku sendiri.
terakhir,
tertawakanlah aku di pemakamanku nanti
untuk mengiringi suasana ceria bahagiamu.
kemudian, laksanakanlah pelaminanmu
diatas altar mayatku....
hingga kau dapat melihatku
bersama tubuhku
menari sampai membusuk.
No comments:
Post a Comment